... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Jumat, 28 Februari 2014
DIBALIK PRIA HEBAT, SELALU ADA WANITA HEBAT!
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Rabu, 26 Februari 2014
NILAI KEHIDUPAN
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 25 Februari 2014
TIGA AYAM PETELUR
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Senin, 24 Februari 2014
Penyediaan Feed Suplement Untuk Ternak Itik
Penyediaan Feed Suplement Untuk Ternak Itik
Oleh: Yose Elfiranto, SST

Pakan merupakan kebutuhan utama dalam usaha pemeliharaan ternak itik.
Biaya untuk ransum menempati presentase terbesar dibandingkan dengan
biaya lainnya. Oleh karena itu pengetahuan dan keterampilantentang
penyediaan dan penyusunan ransum pakan yang baik sangat diperlukan oleh
para peternak.
Pada prinsipnya fungsi makanan merupakan kebutuhan pokok untuk memenuhi
kebutuhan hidup, membentuk sel-sel dan jaringan tubuh, serta
menggantikan bagian-bagian yang rusak. Selanjutnya makanan untuk
kebutuhan berproduksi.
A. Gizi
Yang dimaksud dengan gizi adalah zat-zat yang terkandung dalam ransum
ternak yaitu karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin.
Karbohidrat, lemak dan protein akan membentuk energi sebagai hasil
pembakaran.
1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber tenaga dan energi yang dipakai dalam setiap
aktivitas di dalam tubuh dan gerak itik. Sumber karbohidrat antara lain
terdapat dalam jagung, beras, sorgum dan dedak padi.
2. Lemak
Lemak berfungsi sebagai sumber tenaga serta mengandung vitamin A, D, E
dan K. Kelebihan karbohidrat ditimbun di bawah kulit tubuh sebagai
lemak. Jadi kekurangan lemak bisa diisi oleh karbohidrat. Tetapi lemak
yang berlebihan dapat menyebabkan terganggunya saluran reproduksi.
Adapun sumber bahan ransum yang mengandung lemak adalah jagung, kedelai
dan minyak ikan.
3. Protein
Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan, mengganti jaringan-jaringan yang
rusak serta berproduksi. Kebutuhan protein kasar tergantung pada fase
hidup itik. Selain persentase total kandungan protein di dalam makanan,
perlu juga diperhatikan keseimbangan asam amino yang membentuk protein
tersebut. Untuk menjaga keseimbangan asam amino tersebut, penyusunan
ransum dianjurkan terdiri dari berbagai macam bahan baku. Dengan
demikian kekurangan suatu asam amino dapat ditutupi oleh asam amino yang
diperoleh dari bahan baku lainnya. Berdasarkan sumbernya, protein dapat
digolongkan menjadi dua yaitu protein yang berasal dari hewan dan
protein yang berasal dari tanaman.
a. Protein Hewan
Protein yang berasal dari hewan mempunyai nilai hayati yang lebih tinggi
dibandingkan dengan yang berasal dari tanaman. Sumber protein hewani
antara lain terdapat dalam tepung ikan, hasil ikutan daging dari tempat
pemotongan hewan dan susu bubuk kering.
b. Protein nabati
Protein nabati berasal dari tanaman seperti jagung, dedak padi, bungkil
kedelai, bungkil kelapa, bungkil kacang hijau dan bungkil kacang tanah.
Akan tetapi kelebihan protein dapat mengakibatkan penurunan pertumbuhan
ringan, penurunan penimbunan lemak tubuh dan kenaikan tingkat asam urat
di dalam darah. Selain itu dapat pula mengakibatkan litter menjadi
basah yang disebabkan ternak mengkonsumsi air yang berlebihan.
4. Mineral
Mineral merupakan zat pembangun pertumbuhan dan produksi. Kebutuhan
mineral relatif sedikit tetapi kekurangan mineral dapat mengakibatkan
efek yang tidak menguntungkan pada ternak itik. Sumber mineral adalah
dari makanan hijauan dan dari hewan.
5. Vitamin
Vitamin sangat dibutuhkan dalam metobolisme kalsium dan fosfor yang berfungsi sebagai pembentukan tulang dan kulit telur.
B. Energi
Energi adalah hasil dari proses metabolisme karbohidrat, protein dan
lemak didalam tubuh dengan satuan pengukur kalori. Energi diperlukan
untuk semua kegiatan fisiologis dan produksi itik termasuk aktivitas
pernapasan, sirkulasi darah, pencernaaan makanan dan sebagainya.
Karbohidrat dan lemak merupakan bahan makanan sumber energi yang praktis
dan efisien. Adapun kebutuhan energi metabolisme adalah sebagai berikut
:
Fase starter : 2800 – 3000 kkal/kg
Fase grower : 2500 – 2700 kkal/kg
Fase layer : 2600 – 2800 kkal/kg
C. Bahan baku pakan
Bahan baku pakan itik beragam dan dapat digunakan sesuai ketersediaan serta tingkat harga bahan tersebut.
Adapun kandungan zat nutrisi beberapa pakan dapat dilihat di bawah ini :
D. Feed Suplement
Untuk melengkapi ransum makanan dibutuhkan vitamin, mineral dan
antibiotik yang bermanfaat untuk mempercepat pertumbuhan, mempertahankan
atau meningakatkan produksi dan menjaga kesehatan ternak itik. Feed
suplement bisa hanya berbentuk vitamin, mineral atau campuran antara
antiobitik dan vitamin atau juga campuran dari vitamin, antibiotik dan
mineral. Cara pemberian feed suplement mengikuti aturan dari pabrik
pembuatnya.
Contoh perhitungan pakan buatan untuk memperoleh kandungan protein dan
energi metobolisme dari beberapa bahan baku pakan untuk itik pada
periode starter.
Untuk menyusun ransum atau pakan itik dara dan itik periode layer (induk petelur), cara perhitungannya sama seperti di atas.
Kebutuhan protein adalah sebagai berikut :
Fase starter : 18 – 20 %
Fase grower : 15 – 17 %
Fase Layer : 17 – 19%
Semoga Bermanfaat.
Rabu, 19 Februari 2014
TIPS PENGGEMUKAN SAPI
TIPS PENGGEMUKAN SAPI
Oleh: Yose Elfiranto, SST
Sapi lokal yang biasa digemukkan termasuk
ke dalam kategori ternak potong. Sedangkan beberapa jenis sapi yang
biasa digemukkan adalah sapi bali, sapi madura dan sapi PO.
Meskipun sudah dilakukan proses penggemukan, namun pertumbuhan sapi banyak tergantung kepada jenisnya, umurnya dan sistem perawatannya.
Masa penggemukan sapi biasanya berlangsung selama 4 – 12 bulan dengan bobot awal sapi sebelum digemukkan adalah sebesar 200 – 300 kg.
Proses penggemukan sapi dilakukan dengan perlakuan yang intensif dimana dalam kurun waktu tersebut diatas, berat akhir sapi dapat mencapai 400 – 600 kg.
PERAWATAN
Untuk memperbesar kemungkinan berhasilnya proses penggemukan sapi, sapi yang akan digemukkan harus berasal dari jenis yang sama, umur yang sama, kelamin yang sama dan berat badan yang sama.
Sapi harus berada dalam kondisi sehat, dimana hal ini dapat diketahui melalui pengamatan terhadap tingkah laku sapi dan uji laboratorium terhadap kotoran sapi.
Untuk mengeluarkan semua jenis parasit yang berada didalam perut sapi, setiap 2 bulan sekali sapi harus diberi obat cacing.
JUMLAH SAPI
Dalam proses ini, jumlah sapi yang akan digemukkan tidak dibatasi dalam jumlah tertentu, karena hal ini hanya dipengaruhi oleh kemampuan infrastruktur yang dimiliki oleh peternak sapi dan juga masalah ketersediaan sumber daya manusianya.
TIPE KANDANG
Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan kandang adalah :
- Jika sapi yang akan digemukkan berjumlah kurang dari 10, maka jenis kandang yang digunakan adalah kandang tunggal.
- Jika sapi yang akan digemukkan berjumlah lebih dari 10, maka jenis kandang yang digunakan adalah kandang ganda.
- Dalam sistem kandang tunggal, sapi ditempatkan ke dalam 1 baris atau berjajar satu dengan yang lainnya.
- Dalam sistem kandang ganda, sapi ditempatkan dengan cara saling berhadapan atau saling membelakangi satu sama lain.
- Lantai kandang harus terbuat dari semen dan dilapisi dengan kayu.
- Luas kandang disesuaikan dengan jumlah sapi yang akan digemukkan.
- Kandang sapi harus dilengkapi dengan tempat ransum, tempat minum dan juga selokan.
PAKAN UNTUK SAPI
Selama menjalani proses penggemukan, sapi dapat diberi makanan berupa :
- Makanan pokok : hijau – hijauan.
- Konsentrat untuk bahan penguat.
- Sumber nutrisi dan mineral pakan dapat diperoleh dari mollases blok.
- Untuk menjaga nafsu makan sapi supaya tetap tinggi, sapi harus dimandikan 1 kali dalam sehari.
KEBERSIHAN
Supaya sapi terhindar dari segala macam bentuk penyakit, beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah :
- Membersihkan kandang setiap pagi.
- Kotoran sapi harus selalu dibuang ditempat khusus.
- Lantai kandang harus selalu dicuci dan dibebaskan dari genangan air.
KONTROL BERAT BADAN SAPI
Pengontrolan terhadap berat badan sapi dapat dilakukan setiap bulan dengan cara menimbang sapi atau dengan cara mengukur lingkar dada sapi. Hal ini penting dilakukan agar penggemukan sapi berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan.
Meskipun sudah dilakukan proses penggemukan, namun pertumbuhan sapi banyak tergantung kepada jenisnya, umurnya dan sistem perawatannya.
Masa penggemukan sapi biasanya berlangsung selama 4 – 12 bulan dengan bobot awal sapi sebelum digemukkan adalah sebesar 200 – 300 kg.
Proses penggemukan sapi dilakukan dengan perlakuan yang intensif dimana dalam kurun waktu tersebut diatas, berat akhir sapi dapat mencapai 400 – 600 kg.
PERAWATAN
Untuk memperbesar kemungkinan berhasilnya proses penggemukan sapi, sapi yang akan digemukkan harus berasal dari jenis yang sama, umur yang sama, kelamin yang sama dan berat badan yang sama.
Sapi harus berada dalam kondisi sehat, dimana hal ini dapat diketahui melalui pengamatan terhadap tingkah laku sapi dan uji laboratorium terhadap kotoran sapi.
Untuk mengeluarkan semua jenis parasit yang berada didalam perut sapi, setiap 2 bulan sekali sapi harus diberi obat cacing.
JUMLAH SAPI
Dalam proses ini, jumlah sapi yang akan digemukkan tidak dibatasi dalam jumlah tertentu, karena hal ini hanya dipengaruhi oleh kemampuan infrastruktur yang dimiliki oleh peternak sapi dan juga masalah ketersediaan sumber daya manusianya.
TIPE KANDANG
Beberapa hal yang harus diperhatikan berkaitan dengan kandang adalah :
- Jika sapi yang akan digemukkan berjumlah kurang dari 10, maka jenis kandang yang digunakan adalah kandang tunggal.
- Jika sapi yang akan digemukkan berjumlah lebih dari 10, maka jenis kandang yang digunakan adalah kandang ganda.
- Dalam sistem kandang tunggal, sapi ditempatkan ke dalam 1 baris atau berjajar satu dengan yang lainnya.
- Dalam sistem kandang ganda, sapi ditempatkan dengan cara saling berhadapan atau saling membelakangi satu sama lain.
- Lantai kandang harus terbuat dari semen dan dilapisi dengan kayu.
- Luas kandang disesuaikan dengan jumlah sapi yang akan digemukkan.
- Kandang sapi harus dilengkapi dengan tempat ransum, tempat minum dan juga selokan.
PAKAN UNTUK SAPI
Selama menjalani proses penggemukan, sapi dapat diberi makanan berupa :
- Makanan pokok : hijau – hijauan.
- Konsentrat untuk bahan penguat.
- Sumber nutrisi dan mineral pakan dapat diperoleh dari mollases blok.
- Untuk menjaga nafsu makan sapi supaya tetap tinggi, sapi harus dimandikan 1 kali dalam sehari.
KEBERSIHAN
Supaya sapi terhindar dari segala macam bentuk penyakit, beberapa tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut adalah :
- Membersihkan kandang setiap pagi.
- Kotoran sapi harus selalu dibuang ditempat khusus.
- Lantai kandang harus selalu dicuci dan dibebaskan dari genangan air.
KONTROL BERAT BADAN SAPI
Pengontrolan terhadap berat badan sapi dapat dilakukan setiap bulan dengan cara menimbang sapi atau dengan cara mengukur lingkar dada sapi. Hal ini penting dilakukan agar penggemukan sapi berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan.
Jumat, 07 Februari 2014
SEPULUH KUALITAS KARAKTER
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Kamis, 06 Februari 2014
KEONG MAS SUMBER PAKAN ITIK
KEONG MAS SUMBER PAKAN ITIK
MENJADIKAN MUSUH SEBAGAI SAHABAT
Oleh: Yose Elfiranto, SST
Bagi sebagian petani sawah, keong
mas merupakan hama yang merusak tanaman padi bahkan dapat menggagalkan target
produksi gabah yang ingin dicapai. dapat dimaklumi karena serangan keong mas
sangat dahsyat secepat perkembangan populasi dan setinggi kandungan protein
yang dimilikinya.
Tidak heran sebagian petani menempuh
cara - cara instan tanpa pertimbangan kelestarian lingkungan dalam mencari
solusi mengatasi masalah yang dihadapi, seperti menggunakan samponi yang
terkesan membantu mengatasi masalah namun dibalik itu sebenarnya meninggalkan
kerusakan tanah.
Setiap yang dicipta tentu punya
makna dan setiap racun tentu ada penawar, begitu juga Keong Mas, seindah nama
dan warnanya juga memberi manfaat meski diawali dengan keresahan, yang
diperlukan adalah sedikit waktu dan tenaga untuk mengelola potensi hama menjadi
sumber protein hewani bagi komoditi pendukung yaitu ternak itik.
Gambar 1. Keong Mas masa dewasa siap bergenerasi
Kandungan protein yang tinggi pada
daging keong mas dan kandungan sumber mineral pada cangkangnya, dapat digunakan
sebagai bahan pakan untuk formulasi pakan ternak itik, tentunya dengan sedikit
perlakuan untuk merombak zat-zat anti nutrisi yang terkandung untuk mengatasi
keracunan pada sebagian ternak. namun yang terpenting diketahui adalah
bagaimana cara memformulasikan jumlah pakan sehingga sesuai dengan kebutuhan
ternak.
Gambar 2. Ternak itik sumber ekonomi dan protein
keluarga tani.
Keong mas meski dapat diberikan
secara lansung, tetapi lebih baik diberikan dalam bentuk olahan tepung untuk
mengurangi resiko bagi sebagian ternak yang rentan anti nutrisi, juga dapat
disimpan dalam jangka waktu lebih lama sehingga pemberian dalam foemula pakan
bisa kontinyu.
Adapun kandungan nutirisi dari keong
mas adalah sebagai berikut :
- Protein 10,45 %.
- Lemak 0,37 %
- Kadar Abu 1,74 %.
- Serat Kasar 0,61 %.
- Rendemen 18 %.
Pemberian keong mas lebih baik dalam
bentuk tepung atau diolah terlebih dahulu, Sedangkan Kandungan nutrisi pada
tepung daging keong mas adalah :
- Protein 13,58 %
- Lemak 0,79 %.
- Kalsium ( Ca ) 29,33 %.
- Phosphor ( P ) 0,13 %.
Kandungan Nutrisi pada cangkang
keong mas sebagai berikut :
- Protein 2,94 %.
- Lemak 0,12 %.
- Kalsium ( Ca ) 29,35 %.
- Phosphor ( P ) 0,19 %.
Penggunaan tepung daging keong mas
dalam formula pakan itik dapat digunakan 1 - 10 %, sedangkan tepung cangkang
keong mas dapat digunakan 1-5 %.
Cara membuat pakan alternatif bebek
Cara membuat pakan alternatif bebek
Oleh: Yose Elfiranto, SST
Cara membuat pakan alternatif bebek adalah
dengan mencampur bahan baku yang tersedia. Hal ini digunakan untuk menekan
biaya pakan ternak bebek. Berikut ini adalah bahan baku yang dijadikan sebagai
pakan ternak alternatif pengganti konsentrat:
1. Jagung
Gunakan konsentrasi 50 sampai dengan 55 persen. jagung merupakan sumber energi utama bagi ternak bebek. Mudah dicerna dan pengaruhnya besar terhadap warna kuning telur.
2. Bungkil kacang kedelai
Konsentrasi
yang digunakan antara 15 sampai 20 persen.
3. Tepung daging atau tepung tulang
Konsentrasi antara
2 sampai 6 persen. Bahan ini penting untuk menyediakan protein kasar, kalsium,
dan fosfor.
4. Tepung ikan
Konsentrasi antara
3 sampai 7 persen. mudah dicerna ternak dengan sangat baik.
5. Tepung daging ayam
Konsentrasi antara
2 sampai dengan 4 persen. Hindari bulu ayam yang ikut bersama tepung daging
ayam karena dapat menyebabkan daya cerna berkurang.
6. Dedak padi
Gunakan
konsentrasi dedak padi dalam pembuatan pakan ternak alternatif ini
sebanyak 10 sampai 15 persen. anda harus bisa bedakan juga antara dedak kasar,
dedak halus dengan serat kasar, dan bekatul dengan serat kasar.
7. Tepung kerang
Merupakan
sumber kalsium yang tinggi bagi ternak bebek dan bagus untuk kulit telur.
Konsentrasi penggunakan 6 sampai dengan 8 persen.
8. Minyak kelapa sawit
Konsentrasi
penggunaan dalam pakan ternak alternatif antara 0,5 sampai 1 persen. Bahan ini
tidak digunakan juga tidak apa-apa, mengingat kelemahannya yang mudah menjadi
tengik.
9. Garam
Dapat
merangsang pertumbuhan ternak bebek. menjaga ph ternak. pada ternak, kekurangan
garam dapat menyebabkan ternak cenderung kanibal, pertumbuhan lambat, dan
mempengaruhi produksi telur. penggunaan dalam pakan alternatif dengan
konsentrasi antara 0,1 sampai 0,3 persen.
10. Bahan tambahan
- DCP (dicalcium Phosphate) mengandung kalsium dan fosfat.
- konsentrasi penggunaan 500 gr/ton pakan ternak.
- Asam amino methione, konsentrasi penggunaan 1 – 2 kg/ton.
- Asam amino lysine, konsentrasi penggunaan 0,25 – 0,5 kg/ton
- Choline cloride, konsentrasi penggunaan 0,25 – 0,5 kg/ton
- AGP (antibiotic growth promotor), multivitamin, asam amino, mineral, dengan konsentrasi keseluruhan 2 -5 kg/ton
- Zeolit dengan konsentrasi 5 kg/ton untuk mengurangi kotoran becek pada ternak.
PELAJARAN SATU JUTA DOLAR
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1
Selasa, 04 Februari 2014
LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
Judul :
“Peningkatan Produktivitas Itik Melalui Perbaikan Mutu Pakan”
Tujuan : Petani mampu dan
memiliki kemampuan meningkatkan produktivitas itik melalui perbaikan mutu pakan
Alat dan
Bahan : Folder,
Waktu : 30 menit
Pelaksanaan : 4 November 2013
Lokasi : Jorong Ampang Gadang, Nagari Ampang Gadang. Kec. Ampek Angkek
Metode : Ceramah, diskusi
Sasaran : Kelompoktani ternak Subur
No
|
Uraian Kegiatan
|
Waktu
|
Keterangan
|
1
2
3
|
Pembukaan
§
Perkenalan
Pelaksanaan
§
Penjelasan materi
§
Diskusi
Pengakhiran
§
Pembagian folder
|
2
menit
15
menit
10
menit
3
menit
|
Membuka dengan
salam
Memperkenalkan
diri dengan petani
Menyampaikan
dan menjelaskan materi dengan bahasa yang jelas sehingga mudah diterima dan
dimengerti petani.
Mengadakan
diskusi dan tanya jawab seputar materi yang disampaikan sehingga petani lebih
mengerti, memahami materi sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.
Mengevaluasi,
mengakhiri, dan menutup penyuluhan dengan salam.
Membagikan
folder kepada petani agar petani dapat membaca dan mempelajarinya di rumah.
|
Total
|
45menit
|
Biaro, 3 November 2011
Penyuluh
Yose
Elfiranto, SST
|
Langganan:
Postingan (Atom)