Selasa, 04 Februari 2014

LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH



LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH
Judul                          : “Peningkatan Produktivitas Itik Melalui Perbaikan Mutu Pakan”
Tujuan                        : Petani mampu dan memiliki kemampuan meningkatkan produktivitas itik melalui perbaikan mutu pakan
Alat dan Bahan          : Folder,
Waktu                        : 30 menit
Pelaksanaan              : 4 November 2013
Lokasi                       : Jorong Ampang Gadang, Nagari Ampang Gadang. Kec. Ampek Angkek
Metode                     : Ceramah, diskusi
Sasaran                      : Kelompoktani ternak Subur
No
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
1



2














3
Pembukaan
§   Perkenalan


Pelaksanaan
§   Penjelasan materi


§   Diskusi




Pengakhiran

§   Pembagian folder


2 menit



15 menit


10 menit




3 menit

Membuka dengan salam
Memperkenalkan diri dengan petani


Menyampaikan dan menjelaskan materi dengan bahasa yang jelas sehingga mudah diterima dan dimengerti petani.
Mengadakan diskusi dan tanya jawab seputar materi yang disampaikan sehingga petani lebih mengerti, memahami materi sehingga tujuan dapat tercapai dengan baik.

Mengevaluasi, mengakhiri, dan menutup penyuluhan dengan salam.
Membagikan folder kepada petani agar petani dapat membaca dan mempelajarinya di rumah.

Total
45menit




Biaro, 3 November 2011

Penyuluh




Yose Elfiranto, SST

Manajemen Kandang Kambing



Manajemen Kandang
Oleh: Yose Elfiranto, SST


Hal yang terpenting sebelum memulai beternak kambing etawa adalah membuat kandang kambing etawa. Kandang yang baik berfungsi memudahkan peternak dalam pemeliharaan ternak, pemberian pakan dan mengontrol kesehatan kambing etawa. Kambing etawa seperti pada kambing pada umumnya bukanlah hewan yang pandai merumput (grazing) yang dapat dilepas bebas ke alam. Keberadaan kandang mutlak untuk mengontrol kambing etawa.
Lokasi Kandang
Lokasi kandang hendaknya terletak dekat dengan sumber pakan hijauan. Salah satu kunci sukses dalam beternak kambing etawa adalah menekan biaya pakan. Letak yang dekat dengan sumber pakan hijauan akan memudahkan dalam pemenuhan pakan hijauan yang sangat penting bagi pertumbuhan kambing etawa.
Sangat disarankan kandang terletak di tempat yang tidak terlalu ramai sehingga kambing etawa dapat hidup tenang. Pengontrolan kambing etawa tiap hari sangat penting untuk menjaga dari gangguan atau hal-hal lain yang tidak terduga. Lokasi kandang sebaiknya tidak jauh dari rumah pemilik atau anak kandang untuk mempermudah pengawasan ini.
Kandang sebaiknya didirikan di tanah yang padat, kering dan tidak becek waktu hujan, selalu mendapat sinar matahari dan bersih. Tempat terbuka yang agak jauh dari pepohonan besar memungkinkan kandang selalu mendapatkan sinar matahari tiap hari. Pemberian pepohonan di sekitar kandang sangat baik untuk menahan terpaan angin.
Fungsi Kandang
Ø  Melindungi ternak kambing dari matahari, angin, hujan, binatang buas, penyakit dan pencurian.
Ø  Tempat makan, minum, tidur dan istirahat ternak
Ø  Sebagai tempat untuk tidur dan istirahat ternak, sebagai tempat perkawinan dan melahirkan, sebagai tempat makan dan minum, sebagai tempat membuang kotoran (feces) dan kencing (urine) serta sebagai tempat untuk merawat ternak yang sakit.
Ø  Agar ternak tidak berkeliaran dimana-mana, sehingga tanaman rumput (HMT) tidak rusak dimakan oleh kambing dan kebersihan lingkungan area kandang dapat terjaga.
Ø  Mempermudah dalam melakukan pengelolaan dan pengawasan terhadap pemberian pakan, pertumbuhan, penyakit, recording ternak, perkawinan dan lain-lain.

Desain Kandang
Desain kandang kambing etawa yang disarankan adalah model panggung. Model ini disukai oleh peternak karena mudah dibersihkan dan sirkulasi udara dalam kandang lebih baik. Ukuran dari kandang kambing etawa disesuaikan dengan jumlah kambing yang akan dipelihara. Umumnya kandang dibagi dalam beberapa kamar / sekat dimana tiap kamar dihuni 1-2 kambing etawa dewasa. Model seperti ini disebut dengan model baterai. Untuk kamar betina berukuran 150 cm x 100 cm. Untuk kamar pejantan berukuran 200 cm x 150 cm.
Bentuk kamar pejantan yang besar digunakan untuk mengamodasi ukuran pejantan yang lebih besar agar dapat bergerak leluasa sehingga kondisi tetap kuat dan aktif. Pagar tiap kamar dibuat agak tinggi sekitar 150 cm. Pagar yang agak tinggi ini penting bagi kamar pejantan terutama yang sedang birahi. Berdasarkan pengalaman peternakan kami, pernah ada seekor kambing pejantan yang sedang birahi mampu meloncati pagar setinggi 125 cm!
Ø  Tinggi panggung (kolong kandang) dari tanah dibuat minimal 50-100 cm.
Ø  Celah lantai panggung dibuat 1-1,5 cm, agar kotoran jatuh dan kambing tidak terperosok.
Permukaan lantai harus rata, datar dan kuat. Bahan dapat dibuat dari bahan kayu keras atau bambu. Jika menggunakan bambu perlu diperhatikan kelengkungan dari bilah-bilah bambu yang dipasang. Diusahakan bilah-bilah bambu dipotong tipis agar memperoleh bentuk yang cukup datar dan rata. Keunggulan menggunakan bambu adalah ketahanannya. Semakin basah terkena air (kencing), maka bambu semakin kuat. Kelemahannya adalah kelengkungan bambu yang membuat kuku kambing jelek/rusak. Jika bilah bambu tidak ditopang dengan benar makan bilah bambu tersebut mudah melengkung jika terinjak kaki kambing karena sifat bambu yang fleksibel atau lentur. Sering dijumpai kasus kaki kambing etawa terperosok atau terjepit bilah bambu terutama indukan yang sedang hamil (karena kaki yang kecil namun bobotnya berat). Kayu pinang atau jambe adalah salah satu bahan kayu yang dapat digunakan. Sifat kayu pinang yang lentur namun kuat cukup bagus untuk dipakai untuk membuat lantai kandang kambing etawa.
Ø  Dinding kandang sebaiknya dibuat agak rapat setinggi 80-1 m, tetapi masih menyisakan celah pada bagian 1 – 2 meter dari lantai kandang. Tujuannya untuk untuk menghidari terpaan angin kencang yang langsung mengenai tubuh kambing etawa, namun masih memberikan sinar matahari masuk dan menjaga sirkulasi udara.
Ø  Tinggi lantai palungan setinggi dada ternak atau sekitar 30 cm. Ukuran palungan L 30-40 cm T 25-35 cm Dinding kandang yang mengarah palungan dibuat lubang ukuran 20 cm x 20 cm (cukup untuk kepala kambing etawa mengambil pakan).
Ø  Tempat pakan yang dalam dan lebar menghindari pakan hijauan atau ramban yang dapat tercecer sehingga dapat mengurangi biaya pakan yang terbuang.
Ø  Untuk daerah panas bahan atap disarankan dari bahan yang memiliki daya serap kecil seperti genteng/asbes. Penggunaan bahan seng dihindari karena dapat mengakibatkan suara gaduh saat hujan yang dapat menggangu kambing etawa. Genteng memiliki ketahanan dan daya serap panas yang bagus jika dibandingkan dengan asbes. Namun harga genteng lebih mahal daripada asbes
Ø  Sebaiknya didirikan diatas tanah yang rata dengan sirkulasi udara yang baik dan cukup mendapat sinar matahari
Ø  Dekat dengan sumber air dan akses transportasi
Bahan baku kandang
Kayu keras merupakan bahan yang umum dipakai untuk membuat kandang kambing etawa. Kayu  kelapa contohnya adalah salah  satu jenis kayu keras yang baik dan  murah. Bambu juga dapat dipergunakan untuk membuat kandang kambing etawa. Harga bambu lebih murah daripada jenis kayu keras. Kelemahan bahan baku bambu terletak pada penyambungan dengan paku. Pada prakteknya sering terjadi sambungan paku yang terlepas dari bambu akibat mendapat tekanan. Selain itu kandang menggunakan bambu kurang rapi dikarenakan sulitnya memperoleh presisi yang bagus dalam penyambungannya. Penggunaan kayu sengon tidak disarankan mengingat kekuatan dari kayu sengon tersebut. Pada dasarnya penggunaan bahan ditentukan oleh modal yang tersedia dengan tetap memperhitungkan kekuatan daya tahannya.
Perlengkapan dan Peralatan  Kandang
Ø  Tempat Pakan
Ø  Tempat minum
Ø  Tempat penyimpanan pakan
Ø  Tangga
Ø  Lampu penerangan
Ø  Saluran pembuangan
Ø  Ember
Ø  Alat kesehatan dan Obat obatan
Ø  Cangkul, arit dan sekop
Ø  Gunting kuku

Sumber: panduan lengkap kambing dan domba I ketut S & IGM Budiarsana. artikel desain kandang etawa, www.etawajaya.com. pelatihan beternak kambing Kampoeng ternak , Sosro Wardoyo, S.Pt

Tips Supaya Produksi Susu Kambing Etawa Maksimal



Tips Supaya Produksi Susu Kambing Etawa Maksimal
Oleh: Yose Elfiranto, SST

Dalam beternak kambing PE yang berkosentrasi kepada produksi susu, setidaknya ada 4 faktor utama yang harus diperhatikan agar supaya hasil susu yang didapat bisa maksimal. Ketiga hal tersebut antara lain;
1.      Usia Kambing, seekor kambing PE akan berproduksi maksimal di usia laktasi ke 3 sampai laktasi ke 7. Dibawah laktasi ke 3, produksi susu yang dihasilkan biasanya belum maksimal. Hasil terbanyak selama ini kisaran 1 liter/ekor/hari. Sedangkan apabila kambing telah mencapai usia diatas 7 kali masa laktasi biasanya hasil yang diperoleh juga akan mulai menurun. Hal ini lebih disebabkan karena factor usia pada masing-masing ternak. Bagi peternak yang ingin segera mendapatkan hasil yang maksimal, maka disarankan untuk membeli kambing pada usia laktasi yang ke 2, sehingga tdk akan menunggu waktu terlalu lama untuk bisa mendapatkan hasil susu yang maksimal.
2.      Makanan Kambing. Selain factor usia pada kambing PE, factor makanan ternyata juga memegang peranan sangat penting dalam usaha budidaya ini. Factor makanan memegang kendali hampir 90% dari usaha ini. Makanan yang bisa menjadikan hasil susu bisa maksimal terdiri dari makanan yang bersifat alami atau makanan tambahan (ekstra fooding). Makanan alami biasanya terdiri dari berbagai macam daun, yaitu daun Turi, daun dadap, daun pepaya ataupun daun katuk. Ketiga daun ini sangat efektif untuk meningkatkan jumlah produksi susu harian pada kambing PE. Pemberian daun ini tidak usah terlalu banyak, tetapi harus ada disaat pemberian makanan kambing. Selain daun, makanan eksternal (ektra fooding) yang bisa mendongkrak produksi susu terdiri dari makanan yang memiliki kandungan berprotein tinggi, seperti kedelai, kulit kedelai, ampas bir, ampas tahu dan kulit gandum (polard). Semakin banyak pemberian makanan ini maka semakin banyak pula jumlah produksi susu yang akan dikeluarkan kambing PE. Kambing akan berproduksi susu secara maksimal di usia laktasi hari pertama sampai hari ke 60. setelah hari ke 61 maka peningkatan jumlah produksi susu akan bersifat lambat dan biasanya hanya akan stabil.
3.      Lokasi Peternakan, kandang diusahakan senyaman mungkin. Atap yang di gunakan tidak boleh menggunakan atap seng, karena jika atap yang digunakan adalah atap dari seng, maka akan panas di saat siang dan akan bising di saat hujan. Ini akan memancing kambinng untuk mudah menjadi stress. Kalau kambing stress maka hasil yang akan diperoleh juga akan semakin sedikit. Selain factor atap, usahakan suasana disekitar kandang juga harus sepi. Hanya petugas pemerah saja yang diperbolehkan untuk masuk ke kandang perah. Hal ini tentunya akan membuat si kambing bisa beristirahat dengan tenang dan maksimal.
4.      Anak Kandang. Peran anak kandang disini memiliki andil yang besar. Anak kandang yang sayang ke ternak akan bisa mendongkrak pendapatan susu harian. Selain itu waktu perah juga akan semakin lama. Rata-rata di peternakan kami, seekor kambing perah bisa kita perah minimal 1,5 tahun tanpa berhenti, dengan hasil rata-rata per ekor per hari bisa mencapai 1,3 sampai 1,6 liter. Disini dituntuk kepiawaian si peternak dalam memilih anak kandang. Dibutuhkan rasa sayang ke hewan. Terutama disaat proses pemerahan. Pemijatan ambing susu yang bagus diikuti rasa sayang akan membuat si kambing merasa nyaman saat diperah. Sehingga saat proses pemerahan terjadi, posisi kambing akan merasa nyaman. Ini ditandai dengan gunyaman di kambing disaat proses pemerahan terjadi. Kambing tdk bergerak apalagi berteriak. Dengan nyamannya si kambing maka kualitas dan kuantitas pada proses pemerahan akan menunjukkan hasil yang maksimal.