Kamis, 16 Oktober 2014

DUA ELANG DAN SEEKOR KATAK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - DUA ELANG DAN SEEKOR KATAKTiga binatang adalah teman sekarib; dua ekor elang yang besar perkasa dan seekor katak mungil. Sesungguhnya seekor katak merupakan santapan lezat sang elang. Namun bukan mustahil sesuatu yang luar biasa bias terjadi. Dan itu mungkin yang disebut sebagai keajaiban. Ketika sang rajawali hinggap dipinggir sebuah kubangan, mereka menemukan seekor katak, walau kecil namun menarik dan mampu meluluh-lantakan ketamakan hati kedua elang itu. Perlahan mereka bersahabat, ada kasih, ada cinta, ada sayang yang terjalin di antara mereka. Perlahan musimpun kini beralih. Belahan bumi bagian utara tempat di mana ketiga sekawan itu hidup kini perlahan dingin. Dan di awal musim dingin kawanan burung akan hijrah, terbang jauh ke belahan selatan yang lebih hangat. Kedua elangpun akan melakukan perjalanan yang sama, meninggalkan arus dingin yang bakal tiba dalam beberapa hari. Sebuah perpisahan adalah saat yang sedih. Ada kesedihan bercokol dalam di dasar sanubari. Ada ratap tangis, ada air mata, ada kepedihan. Mereka tak meratapi perpisahan ini, tetapi menangisi saat pertemuan dulu. Mengapa hal itu terjadi? Mengapa mereka dulu pernah bertemu dan saling menjalin cinta? Namun menangisi masa silam sama halnya dengan kehampaan. Mereka harus melihat kenyataan saat kini. "Seandainya engkau bisa terbang tinggi di angkasa raya..." demikian sang elang berkata-kata, "maka kita tak akan harus berpisah!" Sang katak yang kerdil kini berpikir keras mencari jalan, dan akhirnya muncul dengan sebuah gagasan ge....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Selasa, 14 Oktober 2014

MUNGKIN YA, MUNGKIN TIDAK

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - MUNGKIN YA, MUNGKIN TIDAKPada jaman dahulu, ada sebuah desa di mana tinggal seorang tua yang sangat bijaksana. Penduduk desa percaya bahwa orang tua itu selalu dapat menjawab pertanyaan mereka atau memecahkan persoalan mereka. Suatu hari, seorang petani di desa itu datang menemui orang tua yang bijak ini dan berkata dengan putus asa, “Pak Tua yang bijaksana, tolonglah saya. Saya sedang mendapat musibah. Kerbau saya mati dan saya tak punya binatang lain yang dapat membajak sawah! Bukankah ini musibah paling buruk yang menimpa saya?” Orang tua yang bijak tersebut menjawab, “Mungkin ya, mungkin tidak.” Petani itu bergegas kembali ke desa dan menceritakan kepada tetangga-tetangganya bahwa orang tua yang bijak itu kini sudah menjadi gila. Tentu saja inilah musibah terburuk yang dialaminya. Mengapa orang tua itu tidak melihatnya? Namun, keesokan harinya tiba-tiba muncul seekor kuda yang masih muda dan kuat di dekat tanah milik petani itu. Karena tak punya kerbau lagi untuk membajak sawahnya, petani itu berpikir untuk menangkap kuda itu sebagai ganti kerbaunya. Dan akhirnya ditangkapnyalah kuda itu. Betapa gembiranya si petani. Membajak sawah tak pernah semudah ini rasanya. Ia datang kembali ke orang tua yang bijak itu dan meminta maaf, “Pak Tua yang bijaksana, Anda memang benar. Kehilangan kerbau bukanlah musibah yang paling buruk yang menimpa diri saya. Inilah rahmat terselubung bagi saya! Saya tak akan pernah bisa memiliki kuda baru seandainya kerbau saya tidak hilang. Anda pasti setuju bahwa....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 13 Oktober 2014

Tantangan Peternak Mengembangkan Usahanya


Kelompoktani ternak merupakan kelompoktani yang bergerak di bidang peternakan dan dibawah binaan Penyuluh Peternakan. Umumnya anggota kelompok memelihara ternak secara individu. Namun banyak juga yang memelihara secara koloni, apalagi kelompok tersebut mendapatkan bantuan dari pemerintah atau dari pihak swasta.
Salah satunya adalah kelompoktani ternak Saayun Salangkah yang terletak di Jorong Tanjung Medan Nagari Biaro Gadang Kecamatan Ampek Angkek. Kelompoktani Saayun Salangkah merupakan kelompoktani ternak yang bergerak di bidang pemeliharaan Sapi pembibitan jenis Simmental.. Kelompok Saayun Salangkah berdiri tahun 2010 atas prakarsa Bapak Erly Ibrahim. Tahun 2011 kelompok tersebut mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian Dirjen Peternakan berupa bantuan ternak Sapi Simmental sebanyak 35 ekor. Selain itu kelompok Saayun Salangkah juga menerima bantuan UPPO.
Hasil dari kotoran sapi tersebut langsung diolah oleh kelompok  untuk menjadi pupuk kandang melalui pengolahan sederhana. Namun dari hasilnya semua limbah feses yang awalnya menggunung sekarang telah menjadi rupiah yang dihargai Rp 8000/karung.
Setelah kelompoktani ternak Saayun Salangkah  berjalan 4 tahun, kelompok mulai kehilangan gairah dan semangat. Anggota mulai tidak mampu lagi secara rutin merawat ternaknya sehingga Sapi Simmental yang ada mulai banyak yang kurus dan sakit. Dampaknya beberapa ekor Sapi tersebut mati sakit dan beberapa ekor dijual murah tanpa ada penggantian ternak yang ada. Saat ini kondisi ternak yang ada semuanya kurus.
Dengan dalih menyelamatkan Sapi yang tersisa, beberapa anggota kelompok membawa sapi tersisa ke kandang masing-masing anggota, sehingga saat ini hanya tersisa 8 ekor yang dipelihara di kandang kelompok. Kondisi kandang kelompok saat ini sudah tidak terawat dan kosong.
Bapak Erly Ibrahim sebagai penggagas kelompoktani ternak Saayun Salangkah tidak berdaya mmenghadapi situasi tersebut.. Beliaupun sudah kehilangan semangat dan mulai jenuh dengan situasi tersebut. Saat ini beliau hanya memelihara sekitar 10 ekor Sapi Simmental yang sudah mulai kurus. Padahal dulunya beliau memelihara sekitar 24 ekor sapi Simmental yang gemuk.
Permasalahan utama yang dihadapinya adalah faktor tenaga kerja dan waktu yang tersedia. Saat ini beliau hanya mengelola ternak tersebut bersama istrinya yang sudah sama-sama tua. Mereka merupakan pensiunan PLN di Kota Medan dan termasuk golongan berada di Jorong Tanjung Medan. Namun karena keinginan kuat untuk mengelola lahan kelurga, beliaupun manghabiskan waktunya di kandang memelihara Sapi dan ratusan Limau Sunday yang ditanamnya.
Sepertinya usaha peternakan Bapak Erli Ibrahim ini hanya menunggu waktu untuk tutup karena keterbatasan tenaga tersebut. Berbagai motivasi telah dilakukan oleh Penyuluh Peternakan. Pemanfaatan berbagai teknologi untuk mempermudah kerja  seperti pembuatan Silase ataupun Hay dan pemanfaatan Tunggul Talas sebagai pakan tambahan yang dianjurkan tidak merubah keinginan beliau untuk mengurangi populasi ternaknya menjadi sekitar 2-4 ekor saja.
Begitulah realita yang ada di lapangan. Saat ini di Kecamatan Ampek Angkek khususnya dan Kabupaten Agam umumnya sangat sukar mencari tenaga kerja yang mampu bekerja di kandang. Hal ini disebabkan selain harus mencari hijauan atau menyabit hijauan yang ada, anak kandang juga harus memberi makan ternak yang ada dan juga mampu membersihkan kandang.
Ini merupakan tugas yang berat untuk mengajarkan kepada anak muda sekarang untuk berusaha di bidang peternakan. Saya sendiri sebagai alumnus Fakultas Peternakan IPB, awalnya adalah peternak ayam broiler, ayam kampung dan peternak kambing. Namun saya percaya dengan manajemen dan pemeliharaan yang sesuai kelayakan usaha, usaha peternakan lebih menjanjikan daripada sektor pertanian. Sebab semakin lama lahan pertanian semakin berkurang sehingga para petani mulai merubah sikap dan pemikiran untuk beternak..

Minggu, 12 Oktober 2014

PERANGKAP TIKUS

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - PERANGKAP TIKUSSepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam "Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??" Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah perangkap tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak "Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!" Ia mendatangi ayam dan berteriak "Ada perangkap tikus" Sang Ayam berkata "Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku" Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata "Aku turut bersimpati... tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan" Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama. "Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali" Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata "Ahhh... perangkap tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku" Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri. Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban. Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular terseb....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1