Rabu, 18 Maret 2015

Kreativitas Kurnia Aman Dalam Mengelola Lahan Pertaniannya



Terbatasnya pemanfaatan lahan produktif untuk pertanian merupakan salah satu  penyebab diberlakukannya diversifikasi pertanian. Selain itu, tanah-tanah pertanian yang terlalu lama ditanami, lambat laun juga akan mengalami penurunan kualitas baik dari kandungan nutrisi tanah, bahkan sampai mengurangi kemampuan tanah dalam  penyediaan air dan unsur hara. Hal ini akan dapat menyebabkan penurunan pada produksi  pertanian.

Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan cara penganekaragaman usaha  pertanian. Mulai dari penanaman tanaman yang berbeda, karena tidak hanya satu jenis tanaman tertentu saja yang bisa tumbuh pada lahan yang sama, tetapi tanaman lain juga  bisa. Selain untuk memenuhi produksi tanaman, diversifikasi juga dapat membantu dalam kelangsungan lahan pertanian agar tetap produktif.
Salah satu kelompoktani di Kecamatan Ampek Angkek yang melaksanakan kegiatan tersebut adalah kelompoktani Kurnia Aman di JorongKoto Hilalang Nagari Lambah.
Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, kelompoktani Kurnia Aman mengelola lahan pertanian seluas 1 Ha dengan diversifikasi tanaman antara lain,terung, bawang daun, cabe, jagung, ubi jalar dan jacang tanah. Kelompok yang diketuai oleh Syahrial ini adalah kelompok yang aktif dan mau berusaha secara swadaya sehingga tidak bergantung kepada bantuan/program dari pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan lahan yang mereka kelola adalah lahan yang disewa kepada pemilik tanah. Selain itu, kegiatan diversifikasi tanaman ini adalah kegiatan swadaya kelompok.
Masrida selaku Penyuluh Pertanian Nagari Lambah, mengemukakan bahwa di saat luas lahan yang semakin kritis ini diperlukan kreativitas petani dalam mengelola lahan pertaniannya. Salah satunya dengan melakukan diversifikasi sistem tanam. Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan cara berikut :  

1.      Diversifikasi pertanian dengan pergantian jenis tanaman.
Diversifikasi pertanian dengan pergantian jenis tanaman yang dilakukan untuk mengimbangi pemenuhan kebutuhan makanan pokok.
2.      Diversifikasi pertanian dengan sistem tumpang sari.
Diversifikasi pertanian dengan sistem tumpang sari yaitu melakukan sistem  penanaman campuran dalam satu lahan produktif. Penggunaan tanaman lain diantara tanaman pokok sangat dianjurkan. Karena selain untuk menambah  produksi tanaman, sistem tanam ini juga mampu membantu tanaman dalam menahan serangan hama dan juga ikut menambah unsur hara pada lahan (Sang T). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar